Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus
merupakan kegiatan yang harus dilalui mahasiswa baru di beberapa perguruan
tinggi. Seperti namanya kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran kepada maba mengenai
hal-hal yang berkaitan dengan keadaan kampus. Mulai dari tempat belajar,
organisasi mahasiswa yang ada, juga menumbuhkan budaya mahasiswa. Harapannya
pasca kegiatan OSPEK maba benar-benar siap dalam melaksanakan aktivitas kampus
dan telah beradaptasi dengan lingkungan kampus.
Guna mewujudkan tujuan ini, panitia
OSPEK mengonsep acara dengan kreativitas mereka. Harapannya acara OSPEK akan
berjalan menyenangkan, berkesan dan tidak monoton. Akibatnya, maba diberikan
penugasan yang terkesan nyleneh. Dari
penugasan tersebut tak jarang di perguruan tinggi tertentu mengharuskan untuk merogoh
kocek cukup dalam guna melengkapinya.
Inilah yang menjadi problematika OSPEK
dari tahun ke tahun. Tidak tahu kapan dimulainya acara OSPEK dengan penugasan
aneh ini, hingga berlanjut sampai sekarang. Yang menjadi masalah adalah apakah
penugasan yang harus dilengkapi maba saat OSPEK itu benar-benar bermanfaat?
Apakah bisa lebih mengefektifkan untuk memberikan pemahaman seputar kampus
kepada maba?
Tentunya menimbang manfaat dan kerugian
dalam pelaksanaan OSPEK adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh panitia. Pelaksanaan
OSPEK tahun sebelumnya dapat menjadi referensi untuk OSPEK tahun berikutnya.
Sehingga dapat dilihat penugasan mana yang memiliki manfaat dan memiliki nilai.
Artinya, harus ada alasan yang jelas mengapa mahasiswa harus memakai topi
caping, tas dari plastik, karung gandum atau benda aneh lainnya jika dibawa ke
kampus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar